Minggu, 19 Oktober 2014

Gaya hidup (Roma 16:19)


Roma 16:19: ...........Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat

 
Ada tiga macam gaya hidup orang kristen pada zaman ini. Golongan pertama adalah orang kristen yang gaya hidupnya mengejar kesenangan. uangnya tidak ditabung, tetapi dipakainya untuk bersenang-senang. Dia mengejar kesenangan itu lebih daripada yang lain. pokoknya, kesenangan diatas segalanya. Tetapi ada golongan kedua, yakni mereka yang gaya hidupnya tidaklah bersenang-senang mereka lebih menekankan bekerja, belajar, puasa, dan menolak untuk bersenang-senang. Mereka berusaha menjadi garam dan terang dunia ditengah-tengah dunia yang sekarat ini dengan cara-cara sibuk bekerja dan melayani Tuhan. Kemewahan dan kesantaian itu tidak baik
Golongan orang kristen yang ketiga adalah orang kristen yang bingung, harus bagaimana mereka menjalani hidupnya. Mereka tidak tahu bagaimana seharusnya gaya hidup kristiani yang sehat. Nah, pada hari ini kita akan melihat, bagaimana gaya hidup Alkitabiah itu? Gaya hidup memang banyak menjadi jebakan bagi umat Kristen. Banyak sekali orang kristen yang salah dan bahkan berdosa di dalam gaya hidupnya.
Sebelum kita membahas mengenai gaya hidup yang salah dan gaya hidup yang benar, maka kita perlu terlebih dahulu mengerti apa itu gaya hidup. Gaya hidup itu paling gampang diamati melalui iklan-iklan baik itu di TV maupun di koran. Ada banyak iklan di TV maupun koran, yang semuanya merupakan iklan-iklan untuk memenuhi gaya hidup masyarakat indonesia saat ini. iklan-iklan itu memang bukan merupakan gaya hidup satu orang. Hal itu tidak mungkin. Itu merupakan gaya hidup dari masyarakat indonesia.  Misalnya, di TV ada iklan, mobil, motor, Hand Phone. ini menunjukkan kepada kita bahwa gaya hidup masyarakat saat ini adalah hidup dengan memiliki kendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat. Ada yang sudah mulai memikirkan motor, harus punya motor walaupun cicil. Dan ada juga yang sudah mulai memikirkan gaya hidup bermobil. Dan sebagian besar masyarakat saat ini, hidup dengan gaya hidup : PUNYA HP di kantong.
Ada bermacam-macam tawaran gaya hidup yang diberikan kepada kita. saya tidak tahu iklan mana yang sdr sukai di koran ataupun di TV. apa yang anda sukai itu merupakan cerminan gaya hidupmu. ada yang suka melihat iklan elektronik, baik itu komputer mapun HP. ini berarti gaya hidupmu seputar HP dan komputer. ada juga yang senang mengamati iklan baju, sepatu, jam, atau mobil. semua itu mencermankan gaya hidup sdr. sehingga ada yang mengatakan kalimat seperti ini: dari gaya hidupnya engkau akan tahu siapa mereka dan dari gaya hidupku engkau akan tahu siapa aku”. Jadi apa yang sdr pilih dari iklan-iklan itu, maka itu menunjukkan siapa sdr, kemana sdr ingin pergi dan kemana sebenarnya sdr akan tuju
saya tidak tahu, sdr saat ini sedang menjalani gaya hidup yang bagaimana. Ada dua macam gaya hidup yang tidak Alkitabiah, pertama, gaya hidup hedonis, kedua, gaya hidup yang anti hedonis.
apa itu gaya hidup yang hedonis? Gaya hidup hedonis adalah sdr menempatkan kesenangan sebagai nilai yang tertinggi dalam hidup dan menjadi sasaran yang sdr wajib kejar. Sdr misalnya senang dengan HP. oleh sebab itulah, sdr menjadikan HP itu sebagai nilai yang tertinggi dalam hidupmu yang akan memberikanmu kesenangan. semakin mahal HPmu, sdr akan semakin merasa berharga hidupmu, semakin meningkat kesenanganmu. harga dirimu terletak di Hpmu. kalau Hpmu murah, sdr merasa kurang memiliki harga diri. sehingga sdr menjadikan HP itu sebagai nilai yang tertinggi dalam hidupmu. dan bukan hanya berhenti sampai disitu, tetapi sdr menjadikan HP itu sebagai sasaran yang wajib sdr kejar. sdr akan berusaha mati-matian dengan segala macam cara untuk bsia membeli HP keluaran terbaru. Dalam keadaan demikian, maka sdr sudah menempatkan kesenangan sebagai nilai yang tertinggi dalam hidupmu dan yang wajib sdr kejar. Itulah gaya hidup hedonisme
kesenangan yang dikejar oleh manusia itu bermacam-macam bentuknya. kalau tadi saya memberikan contoh kesenangan yang diperolehnya melalui HP. Namun ada juga yang mengejar kesenenangan melalui pakaian, perhiasan. namun ada juga yang demi memuaskan dan mengejar kesenangannya, dia berani memakai uang orang lain untuk membeli baju bagus, membeli makanan enak setiap hari. itu semua merupakan gaya hidup yang hedonis, yakni menempatkan kesenangan sebagai nilai tertinggi dan wajib dikejar, tidak peduli uang siapa, atau uang darimana? Yang penting dirinya senang
Tetapi bagaimana dengan orang yang kaya? Saya khan punya uang. uang nya bukan dari mencuri, juga bukan uang pinjaman. apakah saya berdosa kalau saya setiap hati mencari makanan enak untuk memuaskan kesenangan saya? Salahkah jika saya memakai uang halalnya saya untuk membeli HP, baju-baju dan tas-tas mewah . Salahkah saya jika membeli dan mengejar barang-barang itu sebagai nilai yang tertinggi dalam hidupku? Saya khan memakai uang sendiri dan bukan hasil curian, juga bukan hasil pinjaman. Salahkah saya kalau saya tiap hari makan di restaurant? Salahkan saya kalau tiap bulan saya ganti HP dan ganti tas? Dan membeli baju-baju baru. Saya khan mampu? Apakah saya salah. ===รจ ya. Salah. Itu adalah gaya hidup yang hedonis, yang mengejar kesenangan sebagai nilai yang tertinggi dalam hidup dan menjadi sasaran yang sdr wajib kejar
mengapa gaya hidup hedonis ini salah? ada beberapa alasan, pertama, dengan berusaha memuaskan hobby kita tadi dan menjadikan nilai yang tertinggi, maka kita sudah menjadikannya sebagai berhala. HP, baju-baju bagus, makanan enak dan nikmat , benda-benda sudah menggeser Tuhan dari hati kita. Kita tidak lagi memikirkan Tuhan, tetapi memikirkan kesenangan-kesenangan kita. pikiran kita tidak lagi diisi oleh kehadiran Tuhan, namun sudah diisi penuh oleh HP terbaru, sepatu terbaru, jam bermerek, makan dimana, makan apa? semua benda-benda itu yang menjadi gaya hidup kita sudah membentuk dan mengendalikan hidup kita. Apapun yang membentuk dan mengendalikan hidup seseorang adalah berhala yang disembahnya. Berhala tidak harus berupa patung. Berhala dapat berbentuk penyembahan kepada patung, tetapi juga penyembahan kepada orang , atau kepada diri sendiri. Ketika kita menempatkan kepuasan diri sebagai hal yang terpenting dan akan melakukan apapun untuk mencapainya, maka itu artinya sama saja dengan kita menyembah diri kita sendiri. kita sudah menjadikan diri kita sebagai berhala
Paulus mengatakan dalam Kolose 3:5: ”keserakahan adalah penyembahan berhala” Keserakahan , yaitu kehendak untuk meraih segala hal untuk diri sendiri, adalah liturgi penyembahan diri. Dengan mengidolakan keinginan kita, kita mengidolakan diri sendiri, sehingga kita menjadikan gaya hidup kita sebagai berhala. Alkitab tidak mengajarkan untuk mengejar perasaan senang, santai dan puas sebagai nilai hidup tertinggi
Sebaliknya, Alkitab berkata, bahwa mempermuliakan Tuhan dan menikmati Tuhan melalui ibadah dan pelayanan merupakan tujuan hidup kita. Namun pada sisi yang lain, kita juga tidak boleh mengharamkan kesenangan. karena ada orang kristen yang mengharamkan perasaan senang. dia tidak mau piknik, tidak mau makan enak, tidak memakai barang bagus. Ini juga salah. Jadi sdr jangan terlalu ekstrim dan berlebihan. jangan menjadikan kesenangan gaya hidup sebagai hal yang tertinggi yang sdr kejar, tetapi jangan juga menolak kesenangan. Alasannya, karena kesenangan juga merupakan rencana Allah untuk manusia. Allah ingin agar manusia senang menjadi manusia ciptaan Tuhan. Pemazmur mengatakana “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. (Psalms 16:11). Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. (Psalms 36:8)
Tuhan bahkan merencanakan agar kelak nanti anak-anak Tuhan akan mengalami kesenangan yang abadi, dimana Wahyu 7: 16-17 menuliskan: Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Jadi kesenangan gaya hidup itu berwajah dua. kesenangan gaya hidup bisa baik dan kudus, tetapi juga bisa penuh dosa dan keji. Jika sdr menjalani gaya hidupmu dengan normal, dimana sdr tidak mengejar kesenangan dan sdr hanya menerimanya dengan rasa syukur sebagai pemberian Allah dan jika kesenangan itu tidak merusak diri kita atau orang lain, dan jika kesenangan itu menghasilkan ucapan syukur kepada Allah, maka itu merupakan kesenangan yang kudus. gaya hidup yang seperti itu boleh sdr jalani. Tetapi jika sdr mengejar kesenangan untuk memanjakan diri dan egomu sehingga sdr menyenangkan diri tanpa mempedulikan apakah itu menyenangkan Allah atau tidak, maka walaupun kesenangan itu tidak berbahaya, maka sdr sudah jatuh ke dalam kesenangan dunia dan dalam dosa (baca Luk 8:14; 1 Tim 5:6; 2 Tim 3:4; Ti 3:3; Ibr 11:25; Yak 4:3; 5:5; 2 Pet 2:13; Yes 58:13).
Jadi gaya hidupmu, baik itu makan, minum, berpacaran, mendengarkan musik, main game, atau main apapun, bisa menjadi baik atau buruk , suci atau keji, tergantung bagaimana sdr menjalani gaya hidup itu. Oleh sebab itulah Paulus mengatakan: Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. (Romans 16:19). Kita harus bijaksana terhadap apa yang baik, terhadap materi, terhadap benda-benda, terhadap kesenangan, terhadap gaya hidup, agar jangan sampai semua itu membuat kita jauh dari Tuhan. sdr jangan berlebihan dalam kesenangan tetapi juga jangan menolak kesenangan yang berasal dari Tuhan. sdr jangan sampai menjadi budak kesenangan sehingga sdr tidak sanggup hidup tanpa kesenangan. namun pada sisi lain, sdr jangan menolak kesenangan, karena ketika sdr menolak kesenangan, itu artinya sdr tidak bersyukur kepada sang Pencipta yang memberikan kesenangan itu kepadamu. John calvin mengatakan satu kalimat yang harus kalian ingat selalu. Calvin : janganlah menghemat berlebihan dan jangan juga memanjakan diri berlebihan  


Salam
Pdt. Yohannis Trisfant